dnsSebagai user (pengguna.red) internet, baik anda ataupun saya sudah sering melihat dan mendengar istilah “IP Address” atau “alamat IP” dalam keseharian. Pastinya anda juga sudah sering mendengar dan mengetahui bahwa komputer yang anda gunakan untuk browsing/surfing internet memiliki alamat IP, situs web yang anda gunakan untuk surfing internet pun memiliki alamat IP, server email yang anda gunakan untuk mengirim dan menerima email juga memiliki IP, tapi sebetulnya, apa sih alamat IP itu?

IP address, atau biasa disebut “Internet Protocol Address”, atau bisa juga diterjemahkan sebagai alamat IP adalah merupakan angka-angka pengenal yang unik yang diberikan untuk setiap komputer atau peralatan yang terhubung ke jaringan komputer, baik jaringan lokal maupun internet. Jika dianalogikan mirip dengan nomor ponsel seseorang, alamat IP digunakan sebagai angka-angka pengenal yang membedakan satu komputer dengan komputer lainnya yang saling terhubung satu sama lainnya di dalam jaringan komputer atau internet.

Sebenarnya kita juga dapat menggunakan alamat IP untuk membuka situs web tertentu. Namun jika anda diharuskan untuk mengingat ratusan ribu, bahkan jutaan alamat IP yang ada saat ini untuk semua situs web yang berbeda-beda, tentu bisa anda bayangkan betapa sulitnya. Tentunya akan lebih mudah bagi siapa saja untuk mengingat nama-nama yang mencerminkan isi/content dari setiap situs web daripada harus mengingat alamat IP setiap situs web tersebut. Misalnya, akan lebih mudah mengingat nama www.google.com atau www.yahoo.com daripada harus mengingat alamat IP 74.125.45.100, 209.85.171.100, 72.14.205.100 (untuk Google.com) atau alamat IP 68.180.206.184, 206.190.60.37 (untuk Yahoo.com), untuk mengetahui alamat IP, anda bisa gunakan my-Tool.com.

Karena alamat IP sangat mudah diingat dan dikenali oleh komputer, namun tidak demikian halnya bagi kita manusia, maka diperlukan perangkat yang “lebih manusiawi” untuk menangani “penerjemahan” alamat IP ke nama-nama yang mudah diingat. Disinilah letak peranan DNS sebagai solusi masalah tersebut. Jadi, lupakanlah angka-angka unik tadi.

DNS atau Domain Name System adalah sebutan untuk kumpulan data yang menghubungkan nama-nama yang mudah dibaca dan diingat dengan alamat-alamat IP komputer tertentu di Internet (atau disebut juga IP Address). Nama-nama ini dikenal juga dengan istilah “Nama Domain” atau “Domain Names” (in English). Contoh nama domain yang paling dekat dengan keseharian kita adalah nama domain “google.com” yang dipasangkan alamat Internet Protocol (IP) komputer server milik Google, yaitu 74.125.45.100, 209.85.171.100, 72.14.205.100 atau “yahoo.com” yang diselaraskan dengan alamat IP server web milik yahoo, yaitu : 68.180.206.184, 206.190.60.37. So, nama domain sangatlah berjasa dalam menyembunyikan alamat IP yang kelihatan sangat teknis bagi kebanyakan orang awam (termasuk saya juga, hehehe).

Bisa anda bayangkan bila tanpa adanya sistem DNS, internet mungkin tidak akan pernah mudah seperti sekarang. Kasihan tuh yang suka surfing internet, harus menghapal angka-angka situs web. Hehehe…

Tentunya lebih mudah mengingat AGunawanika.com dari pada anda harus mengetik 120.136.18.188 pada web browser anda kan? Hehehe…

Semoga menambah wawasan kita…

Related Post

Tagged with:

Filed under: dns