Mengembalikan jati diri bangsa kita memang sudah selayaknya menjadi perhatian yang sangat khusus untuk saat ini. Mengingat kondisi bangsa kita sebagai bangsa besar dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, sangat ironis seklai bila melihat kenyataan sekarang ini. Sangat jauh bila dibandingkan pada jaman bung Karno, bapak bangsa kita. Yang nota bene pada saat itu bangsa kita sangat dihormati dan disegani oleh bangsa lain. Bangsa-bangsa di Asia sangat hormat dan Amerika Serikat pun sangat segan terhadap bangsa kita. Sangat jauh sekali bila dibandingkan dengan kondisi saat ini. Untuk itu sudah saatnya kita mengembalikan jati diri bangsa.
Jangankan bangsa-bangsa yang telah maju, Malaysia, negeri jiran yang jelas-jelas belajar banyak pada bangsa Indonesia sekitar tahun 70-an, sekarang malah sangat sering menginjak-injak kedaulatan bangsa kita. Mulai dari pengambilalihan pulau sempadan-ligitan, klaim lagu rasa sayang sayange dari maluku, tarian Barong Ponorogo, sampai -sampai tarian Pendet Bali diklaim milik Malaysia. Bahkan Kapal perang Dirarja Malaysia pun sering keluar masuk wilayah Indonesia yang jelas-jelas telah melanggar kedaulatan negeri kita tercinta ini. dan kabar yang terbaru adalah seorang TKI mengalamai penganiayaan yang tidak beradab oleh departemen imigrasi Malaysia. Mengapa bisa begitu? Sudah sedemikian parahkah bangsa kita kehilangan jati dirinya? Disinilah perlunya kita semua untuk Mengembalikan jati diri bangsa.