stop action start dreaming

Dari kemarin setiap lihat channel TV, isinya pengungkapan pelaku bom marriot dan rizt charlton. Fuihh…sampai bosan…Bukan bosan atau tidak simpati dengan para korban akibat kejadian pemboman satu minggu kemarin. Tetapi justru bosan dengan perdebatan seputar pengungkapan pelaku bom marriot dan rizt carlton padahal data yang mereka punya tidak seakurat tim densus 88 atau dari Kepolisian. Debat laksana debat kusir yang tidak akan pernah dapat titik temunya. Dan banyak para pengamat atau pihak-pihak tertentu yang menuntut “siapa sebenarnya pelaku tersebut”.

Bila lihat di stasiun TV, mereka seakan berlomba untuk mengungkapkan kasus tersebut, seperti kontes saja…:p, padahal apa yang mereka lakukan bisa membuat resah orang banyak. Terutama Pihak Polri yang sudah siang malam berusaha untuk mengungkapkan kasus tersebut. Mbok ya sabar, baru juga satu minggu mana mungkin langsung bisa terungkap. Pihak Polri saja masih harus melakukan beberapa tes untuk dapat mengungkapkan para pelakunya. Sampai akhirnya dilakukan tes DNA, ternyata hasilnya bukan seperti dugaan pertama.  nah loh…? artinya, semua hal yang akan diungkapkan apalagi memerlukan tes yang penuh dengan kehati2an tidak bisa hanya sekedar mengundang beberapa nara sumber yang kurang mempunyai data yang akurat untuk mengungkapkan sebuah kasus. Tetapi perlu lebih dari itu.

Bisa kita lihat akibat dari berbagai nara sumber yang diundang banyak stasiun TV, malah jadi memperlebar kasus bukan malah menyelesaikannya…sederhananya sih…”tambah ruwet”…:P. Saya jadi teringat kata-kata mantan Komandan Densus 88, Brigjen Polisi  Suryadharma di TV one, beliau sangat sedih dengan banyaknya tuntutan bahwa Polri telah gagal dalam mengungkapkan kasus ini. padahal semuanya perlu waktu, dan beliau pun berkata bahwa banyak kasus terorisme yang telah diselesaikan, ada yang ditangkap ataupun sudah dieksekusi. Cuma ada yang saya garis bawahi dari pernyataan beliau mengenai orang2 yang telah bebas dan dicap sebagai teroris…setelah keluar dari LP mau kemana? nah disinilah perlunya pembinaan langsung dari pemerintah. Bukan setelah ditangkap lalu dieksekusi lalu bebas lalu dibiarkan hidup sebagai apa dan kerja entah dimana atau malah masuk  ke dalam anggota organisasi yang malah lebih dahsyat. who knows…

Ada baiknya setelah mereka keluar, mereka mendapat pembinaan baik dalam hal mindset sebuah jihad ataupun untuk menjalankan hidup (mencari nafkah.red). Bukan malah dikutuk dan ditelantarkan begitu saja…yang malah akan membuat semakin menjamurnya terorisme di Indonesia. dan untuk stasiun Tv semoga tidak lagi menyiarkan berita2  atau acara perdebatan yang malah semakin memperlebar kasus ini. Dan saya sangat bersimpati dan prihatin terhadap para korban semoga dapat selalu tabah dan sabar dalam menghadapi ini semua. Semoga bangsa kita dapat bersatu dan selalu menyelesaikan semua masalah dengan cara damai dan sederhana, tidak saling tuduh dan saling hujat. Amiin.

Oke, cukup segitu dulu coret2annya friends…Jangan lupa untuk selalu stop dreaming start action (sekalian nyundul yaa…:p)

Related Post

Tagged with:

Filed under: Uncategorized