Artikel ini terilhami ketika saya sedang membaca selebaran buletin jumat kemarin yang ditulis oleh Muhammad Fikri. Dalam buletin tersebut dikatakan, “bahwa kebanyakan orang selalu menggangap bahwa keuntungan dalam berbisnis itu adalah finansial (uang), sehingga sibuk menumpuk harta kekayaan untuk  bermewah-mewahan dan bermegah-megahan, inilah yang membuat bangsa kita hancur”. Saya sangat setuju dengan pendapat beliau…Dan mungkin saya bisa sharing pada teman-teman blogger tentang keuntungan dalam berbisnis baik secara online maupun konvensional (yang semuanya dapat pula diciptakan mungkin dari hobby anda yang sederhana).

Alat ukur keuntungan dalam berbisnis atau bekerja mungkin dapat disederhanakan menjadi 5 :

Pertama, yang namanya untung itu adalah bila apa yang kita lakukan menjadi amal Shaleh. Walaupun belum (atau bahkan tidak) mendapatkan uang, tetapi jika telah berkesempatan menolong orang lain, meringankan beban orang lain, memuaskan pembeli atau melakukan apapun yang menjadi kebaikan di sisi Allah, maka semua itu merupakan keuntungan.

Sebaliknya, bisnis narkoba, perjudian, dan prostitusi itu menghasilkan banyak uang, tetapi jangan pernah merasa beruntung kalau bisnis itu berkembang. Itu semua bukan keuntungan, melainkan fitnah. Dan bila mungkin berhentilah bermimpi yang seperti ini. Segeralah action atau bertindak yang sewajarnya, seperti slogan stop dreaming start action.

Kedua, yang namanya untung adalah kalau apa yang kita lakukan itu bisa membangun nama baik (citra diri) kita. Jangan sampai kita mempunyai banyak uang, tetapi nama baik kita hancur, dicap sebagai penipu dan pendusta. Kekayaan bukanlah tempelan (uang, pangkat, jabatan), kekayaan kita harus melekat pada citra diri kita.

Ketiga, yang namanya untung adalah apa yang kita lakukan itu bisa menambah ilmu, pengalaman dan wawasan. Jika kita mempunyai banyak uang, tetapi tidak berilmu sebentar saja bisa hangus uang kita. Tidak sedikit orang yang mempunyai uang, tetapi tidak memiliki pengalaman, sehingga mereka mudah tertipu. Sebaliknya jika kita terkena musibah seperti dirampok, dsb, kalau kita memiliki ilmu, pengalaman dan wawasan, kita bisa mencari dan memulainya kembali dengan mudah.

Keempat, yang namanya untung  adalah kalau apa yang kita lakukan itu bisa membangun relasi atau silaturahmi. Oleh sebab itu, jangan pernah hanya karena masalah uang hubungan kita dengan orang lain menjadi hancur.

Setiap orang yang terluka oleh perilaku kita, dia akan menceritakan luka di hatinya kepada orang lain. Dan ini akan menjadi benteng memenjarakan, kita akan menjadi semakin kecil. Jangan mencari musuh, tapi perbanyak kawan. Kalau kawan sudah mencntai kita, mereka akan bersedia untuk membela dan berkorban untuk kita, setidaknya mereka akan menceritakan sesuatu yang baik tentang kita.

Kelima, yang namanya untung itu tidak hanya sekedar untuk mendapatkan manfaat bagi diri sendiri, tetapi apa yang kita lakukan itu justru harus banyak menguntungkan dan memuaskan orang lain.

Oleh karena itu, kalau kita sudah meyakini bahwa pembagi rejeki adalah Allah, SWT, maka bisnis kita bukan bagi manusia, tetapi dengan Allah, penggenggam setiap rejeki. Semoga kita menjadi orang yang beruntung.

Waspadalah terhadap bisnis yang tidak menjadi amal, yang tidak menjadi nama baik, yang tidak menjadi ilmu, yang tidak memutuskan silaturahmi dan yang mengecewakan orang lain. Karena semua itu bukanlah keuntungan, melainkan bencana…

Semoga bermanfaat untuk kita semua, khususnya untuk saya yang masih belajar…Amiin..

Regards,

contoh-ttd-4

Related Post

Tagged with:

Filed under: Bisnis